.
LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦ LIMA KEMAMPUAN TERITORIAL : 1. Kemampuan Temu cepat Lapor cepat ¦ 2. Kemapuan Manajemen Teritorial ¦ 3. Kemampuan Penguasaan Wilayah ¦ 4. Kemampuan Perlawanan Rakyat ¦ 5. Kemampuan Komunikasi Sosial ¦

Friday, November 2, 2018

SUKOHARJO MENERIMA KUNJUNGAN PERMANENT PRESENTATIVE DARI 8 NEGARA FAO

Sukoharjo (02/11/18) Pada hari Kamis (01/11) pukul 11.00 s.d 15.00 Wib Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, S.IP M.Tr (Han) di Desa Geneng Kec. Gatak Kabupaten Sukoharjo mendampingi Bupati Sukoharjo menerima Kunjungan Permanent Presentatives dari 8 Negara FAO Roma dan FAO Indonesia, Kementrian luar Negeri dan Kementrian Kelautan dan Perikanan dan Kementrian Pertanian RI.


Sekitar 150 orang hadir dalam kegiatan tersebut, tmpak para pejabat Forkopimda Sukoharjo terdiri atas H. Wardoyo Wijaya SH. M.H ( Bupati Sukoharjo ) beserta Ibu, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, S.IP M.Tr (Han) dan AKBP Iwan Saktiadi S. I.K MH, MSi. ( Kapolres Sukoharjo)hadir menyambut kedatangan rombongan.





Rombongan terdiri atas para pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian luar Negeri, Kementerian Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng, Dinas pertanian dan perkebunan Prop. Jateng, Badan Ketahanan Pangan Prop. Jateng, BBPBAP Jepara.

Adapun rombongan Permanent Presentatives dari 8 Negara terdiri atas Yaya Adiba Olatan Olaniran (Nigeria), Steven Udgard  FAO Regxresentative (Indonesia), Mr.Jipara Trochim ( Thailand ), Dr. Salah Yuosey Al Tarawnch (Jordan), M. Abdennour  Gougam (Algeria), M. Tamara Vilanuevafernandez (Chile), Ms. Gunnvor Berge  (Norway), Mr. Fernandez Agudo (FAO Roma), S Emily Katkar  (USA). Tampak juga Mr. Adnan Queresh, Dr. Aceng Herianto, Dra Sumi Rahayu M.Hum (Camat Gatak), AKP Yuliyanto S.H M.H (KapolseGatak), Kapten Inf Samingun ( Danramil 07/Gatak).

Dalam sambutannya H. Wardoyo Wijaya SH, MH ( Bupati Sukoharjo ) menyampaikan tentang potensi Unggulan Fasilitas Pendukung meliputi: UMKM, Kesenian Tradisional, Pariwisata, Industri, Perdagangan, Perhotelan, Pendidikan, Kesehatan, Kuliner, Pertanian, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan serta infrastrukturnya.

Dikatakan oleh Bupati bahwa total Pendapatan Daerah Regional Bruto PDRB Kabupaten Sukoharjo Tahun 2017 mencapai 31,71 trililyun. Alokasi anggaran APBD Kabupaten Sukoharjo tahun 2018 sebesar Rp 2.286.074.316.000,00 (Dua trililyun dua ratus delapan puluh enam milyar tujuh puluh empat juta tiga ratus enam belas ribu rupiah). Pendapatan Asli Daerah tahun 2017 mencapai Rp 325.754.795.000,00 (Tiga ratus dua puluh lima milyar tujuh ratus lima puluh empat juta tujuh ratus sembilan puluh lima ribu rupiah).




Sampai dengan bulan September 2018 tingkat Inflasi Kabupaten Sukoharjo bertahan di angka 252 %. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sukoharjo mampu menekan angka inflasi antara lain dari unsur Makanan Jadi, termasuk didalamnya hasil olahan pangan. Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2017 sektor pertanian dan perikanan baru mencapai kisaran 98,40 - 105,23. Posisi terendah pada sub sektor padi palawija, karena itulah perlu usaha tani terintegrasi dan Mina Padi merupakan salah satu upaya dalam rangka peningkatan Nilai Tukar Petani.

Karena potensi lahan sawah seluas 20.518 Ha, dengan irigasi Mina Padi memiliki peluang untuk dikembangkan tehnis seluas 14.556 ha (70,94 %). Produksi padi di Kabupaten Sukoharjo tahun 2017 sebesar 391.675 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan rata-rata produktivitas padi 86 kuha Gabah Kering Panen (GKP) setara dengan 74,64 Ku/Ha GKG.

Potensi usaha perikanan meliputi produksi perikanan tangkap 375,716 ton dengan Rumah Tangga Petani (RTP) nelayan 681 orang dan perikanan budidaya (kolam dan karamba) sebesar 12.704,29 ton dengan RTP pembudidaya ikan 2.129 orang.

Pada tahun 2018 ini di Kabupaten Sukoharjo telah dikembangkan Mina Padi seluas 18 Ha di Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari dan Desa Geneng Kecamatan Gatak, Produksi padi Mina Padi mencapai 9,69 Ton per hektar GKP, lebih tinggi dibandingkan dengan non mina padi rata-rata 8,60 Ton per hektar GKP.

Keuntungan yang lain adalah adanya efisiensi biaya produksi dari pengurangan pupuk dan tidak menggunakan pestisida. Tambahan produksi ikan rata-rata 1.000 Kg / Ha. Penjualan beras mina padi dengan kelebihan harga Rp. 5.000,- per kg dibanding beras non mina padi.

Bapak Bupati mengatakan selaku Pemerintah Daerah berkomitmen, ter pelaksanaan Mina Padi di Kabupaten Sukoharjo untuk terus berlanjut dan berkembang di tahun 2019 menjadi minimal 25 Ha. Kami masih terus berharap dukungan anggaran baik dari FAO, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah serta dinas-dinas yang terkait untuk mengembangkan Mina Padi.



Selanjutnya kepada Permanent Representatives dan tamu undangan, Bupati mempersilahkan untuk melakukan diskusi dengan kelompok dilanjutkan dengan kunjungan lapang untuk menyaksikan dan mendalami kegiatan Mina Padi yang dilakukan oleh kelompoknya.

Setelah sambutan Dirjen FAO yang di bacakan oleh Ibu Umi Windriani ( Direktur produksi dan usaha budidaya ,DJPB,KKP ), kegiatam dilanjutkan melaksanakan pengecekan mina padi di lapangan secara langsung oleh FAO beserta rombongan dan du ikuti oleh Muspida Kabupaten Sukoharjo.